Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan Islami. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Februari 2013

Miftahul Jannah



Kunci merupakan alat untuk membuka pintu, sehingga ketika kita ingin memasuki rumah dalam keadaan pintu tertutup, maka kita menggunakan kunci, kunci bukan sekedar kunci, namun kunci yang dimaksud adalah kunci asli, ia memiliki gigi-gigi yang sempurna, sehingga ia pun dapat membukakan pintu tersebut dan akhirnya kita dapat memasuki rumah dalam keadaan selamat dan bahagia.

          Demikian halnya ketika seorang hamba, menginginkan masuk Surga Alloh Subhanahu wa Ta'ala, maka hendaknya ia mengetahui dan memiliki kunci yang dapat menghantarkannya ke Surga Alloh Subhanahu wa Ta'ala,.Kunci tersebut adalah “Kalimat Tauhid atau Kalimat Syahadat atau disebut juga Kalimat Al-Haq/ Kebenaran”, sebagaimana firman-Nya: “…dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memberi syafa'at; akan tetapi (orang yang dapat memberi syafa'at ialah) orang yang mengakui yang haq (tauhid) dan mereka meyakini(nya).” (QS. Az-Zukhruf [43] : 86)

         Syahadat kebenaran adalah kesaksian bahwa tidak ada Ilah yangberhaq disembah melainkan Alloh Subhanahu wa Ta'ala dan bahwa Muhammad Shalallahu alaihi wa Sallam adalah Rasul (utusan)Nya, sekaligus mengandung penafian (penolakan) ibadah kepada selain-Nya, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam: “Barangsiapa yang mengatakan bahwa tidak ada Ilah yang berhaq disembah kecuali Allah dan kafir kepada apa yang diibadahi selain Allahmaka harta dan darahnya menjadi haram kecuali apa yang menjadi haqnya dan hanya pada Allahlah perhitungannya.” (HR. Muslim).

         Di antara nash/dalil tentang makna syahadat bahwa tidak ada Ilah yang berhaq disembah selain Allah adalah; “Sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagi kalian selain-Nya." (QS. Al-A’raf [7] : 59).
“…Maka barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah….” (QS. Al-Baqarah [2] : 256),“Katakanlah: Sesungguh-nya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)." (QS. Al-An’am [6] : 162-163).
 
         Bagian kedua dari syahadat kebenaran adalah kesaksian bahwa Muhammad adalah Rasul Alloh Shalallahu alaihi wa Sallam. Alloh Subhanahu wa Ta'ala, berfirman: “Akan tetapi (aku hanya) menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya, dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya makasesungguhnya baginyalah neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.” (QS. Al-Jiin [72] : 23).
 
        Alloh Subhanahu wa Ta'ala berfirman: “Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al-Anbiyaa’ [21] : 107).
“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yangmukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS. Al-Ahzab [33] :36).

         Suatu kali Wahb ibn Al-Munabbih di tanya oleh seseorang: “Apakah kunci Surga itu adalah kalimat Laa Ilaha Illallah?” Maka ia menjawab: “Benar. Akan tetapi bukanlah sebuah kunci jika tidak memiliki gigi-gigi, jika engkau datang dengan membawa kunci, dan di kunci tersebut terdapat gigi-giginya, maka kunci tersebut dapat membukakan untukmu, namun jika kunci tersebut tidak memiliki gigi-giginya, maka kunci tersebut tidak dapat membukakan pintu untukmu.”

         Hasan Al-Bashri Rahimahulloh pernah ditanya olehseseorang: “Manusia banyak yang mengatakan bahwa jika seseorang mengucapkan kalimat Laa Ilaha Illallah pasti akan masuk ke dalam Surga?” Kemudian ia berkata: “Barang-siapa yang mengucapkannya dan menunaikan hak-haknya dan kewajiban-kewajibannya maka pasti ia akan masuk ke dalam Surga.”

         Kalimat Laa Ilaha Illallah, adalah kalimat yang agung dan mulia, sebuah kalimat yang jika diucapkan maka akan menyelamatkan pengucapnya dari ancaman Alloh Subhanahu wa Ta'ala yaitu panasnya api neraka. Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam bersabda: “Maka sesungguhnya Allah telah mengha-ramkan neraka bagi orang yang mengucapkan Laa Ilaha Illallah, semata-mata karena meng-harap wajah Allah.” (HR. Bukhari).

          Namun jika seorang Muslim hanya mengucapkannya saja tanpa memenuhi syarat-syarat yang ada di dalamnya, maka apa yang ia ucapkan tidak bermanfaat. Syarat adalah sesuatu yang tanpa keberadaannya, maka yang disyaratkan itu menjadi tidak sempurna atau tidak dapat terealisasi. Maka syarat sya-hadat adalah sesuatu yang tanpa keberada-annya, maka syahadat itu dianggap tidak sah. Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam bersabda: “Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada sesembahanyang berhaq diibadahi melainkan Allah. Dan sesungguhnya bahwa Muhammad adalah Rasul Allah, dan mendirikan shalat, menunai-kan zakat. Maka jika mereka telah melakukan hal tersebut terjagalah mereka dariku darah dan harta mereka kecuali dengan hak Islam, dan hisabnya (perhitungannya) dikembalikan kepada Allah.” (HR. Bukhari).

        Syaikh Abdullah ibn Abdul Aziz Al-Jibrin Rahimahulloh mengatakan yang dimaksud dengan hak Islam adalah melaksanakan syarat-syaratnya dan menjauhi pembatal-pembatalnya. Adapun syarat dari kalimat Laa Ilaha Illallah adalah;
1. Al-Ilmu. Artinya mengetahui makna syahadat dengan kedua dimensinya, penafian (peniadaan) dan penetapannya.
        Pengetahuan tentang arti Laa Ilaha Illa-llah adalah hal utama bagi seseorang yang bersaksi atas syahadat tersebut. Tanpa mengetahui artinya, tidak ada gunanya lafadz syahadah itu bagi yang bersaksi. Alloh Subhanahu wa Ta'ala berfirman:“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan) yang berhakdisembah selain Allah, dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan.” (QS. Muhammad [70] : 19).
        Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yangmeninggal dunia dan mengetahui bahwa tidak ada Ilah (sesembahan) yang berhak di sem-bah selain Allah, ia pasti memasuki surga.” (HR. Muslim).

2. Al-Yaqin. Artinya adalah keyakinan tentangkebenaran syahadahnya.
        Alloh Subhanahu wa Ta'ala berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar.” (QS. Al-Hujurat [49] : 15).

        Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam bersabda: “Siapa yang berjumpa denganku dari balik dinding ini dan dia bersaksi bahwa Laa ilaaha Illallah dan meyakini dengan hatinya, maka berikanlah kabar gembira bahwa ia masuk ke dalam Surga.” (HR. Muslim).

3. Al-Inqiyad. Artinya adalah tunduk melaksanakan kandungannya.
Alloh Subhanahu wa Ta'ala berfirman: “Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya.” (QS. An-Nisa’ [4] : 125).

4. Al-Qobul.Artinya adalah menerima, tidak menolak kandungannya.
        Alloh Subhanahu wa Ta'ala berfirman: “Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: "Laa ilaaha illallah" (tiada Ilah (sesembahan) yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri, dan mereka berkata: "Apakah sesungguhnya kami harus me-ninggalkan sembahan-sembahan kami karenaseorang penyair gila?" (QS. Ash-Shaafat [37] : 35-36).

5. Al-Ikhlas. Artinya adalah seseorang bersya-hadat dan melaksanakan isinya hanya karena Alloh Subhanahu wa Ta'ala. Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam bersabda: “Manusia yang paling berbahagia dengan syafa’atku adalah orang yang mengucapkan Laa Ilaha Illallah dengan tulus ikhlas dari hati dan jiwanya.” (HR. Bukhari).

6. Ash-Sidq. Artinya adalah bahwa yang diucapkan dari syahadah ini adalah benar-benar bersemayam di dalam hati dan bukanhanya di mulut saja.
         Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang mengucapkan Laa Ilaha Illallah dengan sebenar-benarnya dari dalam lubuk hatinya, niscaya masuk Surga.” (HR. Ahmad).

7. Al-Mahabbah. Artinya adalah mencintai dari apa yang ia ucapkan, mencintai orang yang mengucapkan dan konsisten di atasnya. Alloh Subhanahu wa Ta'ala berfirman: “Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah, dan jika seandai-nya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allahsemuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).” (QS. Al-Baqarah [2] : 165).

          Yang dimaksud dengan orang yang zalim di sini ialah orang-orang yang menyembah selain Alloh Subhanahu wa Ta'ala,. Maka inilah hakikat sebenarnya dari kalimat Laa Ilaha Illallah yang jika diucapkan oleh seorang Muslim dapat bermanfaat di akhirat kelak, dan ia akan memasuki Surga yang telah Alloh Subhanahu wa Ta'ala sediakan. Wallahu Ta’ala A’lam.


Sumber : 
   Kunci merupakan alat untuk membuka pintu, sehingga ketika kita ingin memasuki rumah dalam keadaan pintu tertutup, maka kita menggunakan kunci, kunci bukan sekedar kunci, namun kunci yang dimaksud adalah kunci asli, ia memiliki gigi-gigi yang sempurna, sehingga ia pun dapat membukakan pintu tersebut dan akhirnya kita dapat memasuki rumah dalam keadaan selamat dan bahagia.

          Demikian halnya ketika seorang hamba, menginginkan masuk Surga Alloh Subhanahu wa Ta'ala, maka hendaknya ia mengetahui dan memiliki kunci yang dapat menghantarkannya ke Surga Alloh Subhanahu wa Ta'ala,.Kunci tersebut adalah “Kalimat Tauhid atau Kalimat Syahadat atau disebut juga Kalimat Al-Haq/ Kebenaran”, sebagaimana firman-Nya: “…dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memberi syafa'at; akan tetapi (orang yang dapat memberi syafa'at ialah) orang yang mengakui yang haq (tauhid) dan mereka meyakini(nya).” (QS. Az-Zukhruf [43] : 86)

         Syahadat kebenaran adalah kesaksian bahwa tidak ada Ilah yangberhaq disembah melainkan Alloh Subhanahu wa Ta'ala dan bahwa Muhammad Shalallahu alaihi wa Sallam adalah Rasul (utusan)Nya, sekaligus mengandung penafian (penolakan) ibadah kepada selain-Nya, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam: “Barangsiapa yang mengatakan bahwa tidak ada Ilah yang berhaq disembah kecuali Allah dan kafir kepada apa yang diibadahi selain Allahmaka harta dan darahnya menjadi haram kecuali apa yang menjadi haqnya dan hanya pada Allahlah perhitungannya.” (HR. Muslim).

         Di antara nash/dalil tentang makna syahadat bahwa tidak ada Ilah yang berhaq disembah selain Allah adalah; “Sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagi kalian selain-Nya." (QS. Al-A’raf [7] : 59).
“…Maka barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah….” (QS. Al-Baqarah [2] : 256),“Katakanlah: Sesungguh-nya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)." (QS. Al-An’am [6] : 162-163).
 
         Bagian kedua dari syahadat kebenaran adalah kesaksian bahwa Muhammad adalah Rasul Alloh Shalallahu alaihi wa Sallam. Alloh Subhanahu wa Ta'ala, berfirman: “Akan tetapi (aku hanya) menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya, dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya makasesungguhnya baginyalah neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.” (QS. Al-Jiin [72] : 23).
 
        Alloh Subhanahu wa Ta'ala berfirman: “Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al-Anbiyaa’ [21] : 107).
“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yangmukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS. Al-Ahzab [33] :36).

         Suatu kali Wahb ibn Al-Munabbih di tanya oleh seseorang: “Apakah kunci Surga itu adalah kalimat Laa Ilaha Illallah?” Maka ia menjawab: “Benar. Akan tetapi bukanlah sebuah kunci jika tidak memiliki gigi-gigi, jika engkau datang dengan membawa kunci, dan di kunci tersebut terdapat gigi-giginya, maka kunci tersebut dapat membukakan untukmu, namun jika kunci tersebut tidak memiliki gigi-giginya, maka kunci tersebut tidak dapat membukakan pintu untukmu.”

         Hasan Al-Bashri Rahimahulloh pernah ditanya olehseseorang: “Manusia banyak yang mengatakan bahwa jika seseorang mengucapkan kalimat Laa Ilaha Illallah pasti akan masuk ke dalam Surga?” Kemudian ia berkata: “Barang-siapa yang mengucapkannya dan menunaikan hak-haknya dan kewajiban-kewajibannya maka pasti ia akan masuk ke dalam Surga.”

         Kalimat Laa Ilaha Illallah, adalah kalimat yang agung dan mulia, sebuah kalimat yang jika diucapkan maka akan menyelamatkan pengucapnya dari ancaman Alloh Subhanahu wa Ta'ala yaitu panasnya api neraka. Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam bersabda: “Maka sesungguhnya Allah telah mengha-ramkan neraka bagi orang yang mengucapkan Laa Ilaha Illallah, semata-mata karena meng-harap wajah Allah.” (HR. Bukhari).

          Namun jika seorang Muslim hanya mengucapkannya saja tanpa memenuhi syarat-syarat yang ada di dalamnya, maka apa yang ia ucapkan tidak bermanfaat. Syarat adalah sesuatu yang tanpa keberadaannya, maka yang disyaratkan itu menjadi tidak sempurna atau tidak dapat terealisasi. Maka syarat sya-hadat adalah sesuatu yang tanpa keberada-annya, maka syahadat itu dianggap tidak sah. Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam bersabda: “Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada sesembahanyang berhaq diibadahi melainkan Allah. Dan sesungguhnya bahwa Muhammad adalah Rasul Allah, dan mendirikan shalat, menunai-kan zakat. Maka jika mereka telah melakukan hal tersebut terjagalah mereka dariku darah dan harta mereka kecuali dengan hak Islam, dan hisabnya (perhitungannya) dikembalikan kepada Allah.” (HR. Bukhari).

        Syaikh Abdullah ibn Abdul Aziz Al-Jibrin Rahimahulloh mengatakan yang dimaksud dengan hak Islam adalah melaksanakan syarat-syaratnya dan menjauhi pembatal-pembatalnya. Adapun syarat dari kalimat Laa Ilaha Illallah adalah;
1. Al-Ilmu. Artinya mengetahui makna syahadat dengan kedua dimensinya, penafian (peniadaan) dan penetapannya.
        Pengetahuan tentang arti Laa Ilaha Illa-llah adalah hal utama bagi seseorang yang bersaksi atas syahadat tersebut. Tanpa mengetahui artinya, tidak ada gunanya lafadz syahadah itu bagi yang bersaksi. Alloh Subhanahu wa Ta'ala berfirman:“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan) yang berhakdisembah selain Allah, dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan.” (QS. Muhammad [70] : 19).
        Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yangmeninggal dunia dan mengetahui bahwa tidak ada Ilah (sesembahan) yang berhak di sem-bah selain Allah, ia pasti memasuki surga.” (HR. Muslim).

2. Al-Yaqin. Artinya adalah keyakinan tentangkebenaran syahadahnya.
        Alloh Subhanahu wa Ta'ala berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar.” (QS. Al-Hujurat [49] : 15).

        Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam bersabda: “Siapa yang berjumpa denganku dari balik dinding ini dan dia bersaksi bahwa Laa ilaaha Illallah dan meyakini dengan hatinya, maka berikanlah kabar gembira bahwa ia masuk ke dalam Surga.” (HR. Muslim).

3. Al-Inqiyad. Artinya adalah tunduk melaksanakan kandungannya.
Alloh Subhanahu wa Ta'ala berfirman: “Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya.” (QS. An-Nisa’ [4] : 125).

4. Al-Qobul.Artinya adalah menerima, tidak menolak kandungannya.
        Alloh Subhanahu wa Ta'ala berfirman: “Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: "Laa ilaaha illallah" (tiada Ilah (sesembahan) yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri, dan mereka berkata: "Apakah sesungguhnya kami harus me-ninggalkan sembahan-sembahan kami karenaseorang penyair gila?" (QS. Ash-Shaafat [37] : 35-36).

5. Al-Ikhlas. Artinya adalah seseorang bersya-hadat dan melaksanakan isinya hanya karena Alloh Subhanahu wa Ta'ala. Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam bersabda: “Manusia yang paling berbahagia dengan syafa’atku adalah orang yang mengucapkan Laa Ilaha Illallah dengan tulus ikhlas dari hati dan jiwanya.” (HR. Bukhari).

6. Ash-Sidq. Artinya adalah bahwa yang diucapkan dari syahadah ini adalah benar-benar bersemayam di dalam hati dan bukanhanya di mulut saja.
         Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang mengucapkan Laa Ilaha Illallah dengan sebenar-benarnya dari dalam lubuk hatinya, niscaya masuk Surga.” (HR. Ahmad).

7. Al-Mahabbah. Artinya adalah mencintai dari apa yang ia ucapkan, mencintai orang yang mengucapkan dan konsisten di atasnya. Alloh Subhanahu wa Ta'ala berfirman: “Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah, dan jika seandai-nya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allahsemuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).” (QS. Al-Baqarah [2] : 165).

          Yang dimaksud dengan orang yang zalim di sini ialah orang-orang yang menyembah selain Alloh Subhanahu wa Ta'ala,. Maka inilah hakikat sebenarnya dari kalimat Laa Ilaha Illallah yang jika diucapkan oleh seorang Muslim dapat bermanfaat di akhirat kelak, dan ia akan memasuki Surga yang telah Alloh Subhanahu wa Ta'ala sediakan. Wallahu Ta’ala A’lam.



Sumber:    Kunci merupakan alat untuk membuka pintu, sehingga ketika kita ingin memasuki rumah dalam keadaan pintu tertutup, maka kita menggunakan kunci, kunci bukan sekedar kunci, namun kunci yang dimaksud adalah kunci asli, ia memiliki gigi-gigi yang sempurna, sehingga ia pun dapat membukakan pintu tersebut dan akhirnya kita dapat memasuki rumah dalam keadaan selamat dan bahagia.

          Demikian halnya ketika seorang hamba, menginginkan masuk Surga Alloh Subhanahu wa Ta'ala, maka hendaknya ia mengetahui dan memiliki kunci yang dapat menghantarkannya ke Surga Alloh Subhanahu wa Ta'ala,.Kunci tersebut adalah “Kalimat Tauhid atau Kalimat Syahadat atau disebut juga Kalimat Al-Haq/ Kebenaran”, sebagaimana firman-Nya: “…dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memberi syafa'at; akan tetapi (orang yang dapat memberi syafa'at ialah) orang yang mengakui yang haq (tauhid) dan mereka meyakini(nya).” (QS. Az-Zukhruf [43] : 86)

         Syahadat kebenaran adalah kesaksian bahwa tidak ada Ilah yangberhaq disembah melainkan Alloh Subhanahu wa Ta'ala dan bahwa Muhammad Shalallahu alaihi wa Sallam adalah Rasul (utusan)Nya, sekaligus mengandung penafian (penolakan) ibadah kepada selain-Nya, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam: “Barangsiapa yang mengatakan bahwa tidak ada Ilah yang berhaq disembah kecuali Allah dan kafir kepada apa yang diibadahi selain Allahmaka harta dan darahnya menjadi haram kecuali apa yang menjadi haqnya dan hanya pada Allahlah perhitungannya.” (HR. Muslim).

         Di antara nash/dalil tentang makna syahadat bahwa tidak ada Ilah yang berhaq disembah selain Allah adalah; “Sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagi kalian selain-Nya." (QS. Al-A’raf [7] : 59).
“…Maka barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah….” (QS. Al-Baqarah [2] : 256),“Katakanlah: Sesungguh-nya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)." (QS. Al-An’am [6] : 162-163).
 
         Bagian kedua dari syahadat kebenaran adalah kesaksian bahwa Muhammad adalah Rasul Alloh Shalallahu alaihi wa Sallam. Alloh Subhanahu wa Ta'ala, berfirman: “Akan tetapi (aku hanya) menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya, dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya makasesungguhnya baginyalah neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.” (QS. Al-Jiin [72] : 23).
 
        Alloh Subhanahu wa Ta'ala berfirman: “Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al-Anbiyaa’ [21] : 107).
“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yangmukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS. Al-Ahzab [33] :36).

         Suatu kali Wahb ibn Al-Munabbih di tanya oleh seseorang: “Apakah kunci Surga itu adalah kalimat Laa Ilaha Illallah?” Maka ia menjawab: “Benar. Akan tetapi bukanlah sebuah kunci jika tidak memiliki gigi-gigi, jika engkau datang dengan membawa kunci, dan di kunci tersebut terdapat gigi-giginya, maka kunci tersebut dapat membukakan untukmu, namun jika kunci tersebut tidak memiliki gigi-giginya, maka kunci tersebut tidak dapat membukakan pintu untukmu.”

         Hasan Al-Bashri Rahimahulloh pernah ditanya olehseseorang: “Manusia banyak yang mengatakan bahwa jika seseorang mengucapkan kalimat Laa Ilaha Illallah pasti akan masuk ke dalam Surga?” Kemudian ia berkata: “Barang-siapa yang mengucapkannya dan menunaikan hak-haknya dan kewajiban-kewajibannya maka pasti ia akan masuk ke dalam Surga.”

         Kalimat Laa Ilaha Illallah, adalah kalimat yang agung dan mulia, sebuah kalimat yang jika diucapkan maka akan menyelamatkan pengucapnya dari ancaman Alloh Subhanahu wa Ta'ala yaitu panasnya api neraka. Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam bersabda: “Maka sesungguhnya Allah telah mengha-ramkan neraka bagi orang yang mengucapkan Laa Ilaha Illallah, semata-mata karena meng-harap wajah Allah.” (HR. Bukhari).

          Namun jika seorang Muslim hanya mengucapkannya saja tanpa memenuhi syarat-syarat yang ada di dalamnya, maka apa yang ia ucapkan tidak bermanfaat. Syarat adalah sesuatu yang tanpa keberadaannya, maka yang disyaratkan itu menjadi tidak sempurna atau tidak dapat terealisasi. Maka syarat sya-hadat adalah sesuatu yang tanpa keberada-annya, maka syahadat itu dianggap tidak sah. Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam bersabda: “Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada sesembahanyang berhaq diibadahi melainkan Allah. Dan sesungguhnya bahwa Muhammad adalah Rasul Allah, dan mendirikan shalat, menunai-kan zakat. Maka jika mereka telah melakukan hal tersebut terjagalah mereka dariku darah dan harta mereka kecuali dengan hak Islam, dan hisabnya (perhitungannya) dikembalikan kepada Allah.” (HR. Bukhari).

        Syaikh Abdullah ibn Abdul Aziz Al-Jibrin Rahimahulloh mengatakan yang dimaksud dengan hak Islam adalah melaksanakan syarat-syaratnya dan menjauhi pembatal-pembatalnya. Adapun syarat dari kalimat Laa Ilaha Illallah adalah;
1. Al-Ilmu. Artinya mengetahui makna syahadat dengan kedua dimensinya, penafian (peniadaan) dan penetapannya.
        Pengetahuan tentang arti Laa Ilaha Illa-llah adalah hal utama bagi seseorang yang bersaksi atas syahadat tersebut. Tanpa mengetahui artinya, tidak ada gunanya lafadz syahadah itu bagi yang bersaksi. Alloh Subhanahu wa Ta'ala berfirman:“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan) yang berhakdisembah selain Allah, dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan.” (QS. Muhammad [70] : 19).
        Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yangmeninggal dunia dan mengetahui bahwa tidak ada Ilah (sesembahan) yang berhak di sem-bah selain Allah, ia pasti memasuki surga.” (HR. Muslim).

2. Al-Yaqin. Artinya adalah keyakinan tentangkebenaran syahadahnya.
        Alloh Subhanahu wa Ta'ala berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar.” (QS. Al-Hujurat [49] : 15).

        Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam bersabda: “Siapa yang berjumpa denganku dari balik dinding ini dan dia bersaksi bahwa Laa ilaaha Illallah dan meyakini dengan hatinya, maka berikanlah kabar gembira bahwa ia masuk ke dalam Surga.” (HR. Muslim).

3. Al-Inqiyad. Artinya adalah tunduk melaksanakan kandungannya.
Alloh Subhanahu wa Ta'ala berfirman: “Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya.” (QS. An-Nisa’ [4] : 125).

4. Al-Qobul.Artinya adalah menerima, tidak menolak kandungannya.
        Alloh Subhanahu wa Ta'ala berfirman: “Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: "Laa ilaaha illallah" (tiada Ilah (sesembahan) yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri, dan mereka berkata: "Apakah sesungguhnya kami harus me-ninggalkan sembahan-sembahan kami karenaseorang penyair gila?" (QS. Ash-Shaafat [37] : 35-36).

5. Al-Ikhlas. Artinya adalah seseorang bersya-hadat dan melaksanakan isinya hanya karena Alloh Subhanahu wa Ta'ala. Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam bersabda: “Manusia yang paling berbahagia dengan syafa’atku adalah orang yang mengucapkan Laa Ilaha Illallah dengan tulus ikhlas dari hati dan jiwanya.” (HR. Bukhari).

6. Ash-Sidq. Artinya adalah bahwa yang diucapkan dari syahadah ini adalah benar-benar bersemayam di dalam hati dan bukanhanya di mulut saja.
         Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang mengucapkan Laa Ilaha Illallah dengan sebenar-benarnya dari dalam lubuk hatinya, niscaya masuk Surga.” (HR. Ahmad).

7. Al-Mahabbah. Artinya adalah mencintai dari apa yang ia ucapkan, mencintai orang yang mengucapkan dan konsisten di atasnya. Alloh Subhanahu wa Ta'ala berfirman: “Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah, dan jika seandai-nya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allahsemuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).” (QS. Al-Baqarah [2] : 165).

          Yang dimaksud dengan orang yang zalim di sini ialah orang-orang yang menyembah selain Alloh Subhanahu wa Ta'ala,. Maka inilah hakikat sebenarnya dari kalimat Laa Ilaha Illallah yang jika diucapkan oleh seorang Muslim dapat bermanfaat di akhirat kelak, dan ia akan memasuki Surga yang telah Alloh Subhanahu wa Ta'ala sediakan. Wallahu Ta’ala A’lam.

Selasa, 13 November 2012

Cara Membuat Blog Gratis Dengan Mudah

  
Cara Membuat Blog Gratis
Sebenarnya tutorial ini sudah banyak dibahas dari berbagai pencarian di mesin pencari Google. Namun tidak lengkap rasanya jika tidak membahas topik ini karena saya juga menggunakan blog. Hanya untuk berbagi kepada teman-teman yang ingin memulai serius menekuni dunia web blog. Di sini saya akan membahas cara membuat blog baru dan gratis dari platform blogger.

Langkah-langkahnya Sebagai Berikut :
 1. Anda  harus punya Akun Google terlebih dahulu.
 2. Silahkan kunjungi situs http://www.blogger.com
 3. Setelah halaman pendaftaran terbuka, alihkan perhatian ke sebelah kanan bawah, ubah bahasa ke 
     Indonesia agar lebih mudah difahami.

           

 4. Silahkan langsung masuk/login dengan menggunakan username/nama pengguna serta password/sandi
     gmail anda yang sudah anda buat.
 5. selanjutnya Anda Harus isi formulir yang ada di bawah ini:

     a.  Nama tampilan : isi dengan nama yang ingin tampil pada profile blog anda.
     b.  Jenis Kelamin : pilih sesuai dengan jenis kelamin anda, misal : pria.
     c.  Penerimaan Persyaratan : Beri tada ceklis sebagai tanda anda setuju dengan peraturan yangtelah di
          tetapkan oleh pihak blogger. Saran: sebaiknya anda membaca terlebih dahulu persyaratan yang ada
          agar anda tahu dan mengerti apa yang boleh dan tidak diperbolehkan ketika menggunakan layanan
          blogger.
     d.  Klik tanda panah bertuliskan “Lanjutkan”.

  6.  Lalu Klik tombol “Blog Baru”.
  7.  Isilah formulir :    
  1. Judul : Isi dengan judul blog yang di inginkan, misal : Cinta
  2. Alamat : isi dengan alamat blog yang di inginkan. Ingat! Alamat ini tidak dapat di edit kembali setelah dibuat, apabila anda ingin serius, maka pilihlah nama yang benar-benar anda inginkan.
  3. Template : pilih template (tampilan blog) yang disukai (ini dapat ganti kembali).
  4. Lanjutkan dengan klik tombol “Buat blog!”
 8. Sampai Disini blog anda telah berhasil di buat.
     tinggal memilih Template & mengedit Sesuai Selera Anda . . .
   





MENGAPA TIDAK BOLEH MENIUP MAKANAN & MINUMAN

Bimillahi minal Awwali wal Akhiri ... Seringkali kita melihat, seorang Ibu ketika menyuapi anaknya makanan yang masih panas, dia meniup makanannya lalu disuapkan ke anaknya. Bukan cuma itu, bahkan orang dewasa pun ketika minum teh atau kopi panas, sering kita lihat, dia meniup minuman panas itu lalu meminumnya. Benarkan cara demikian?

Cara demiki
an tidaklah dibenarkan dalam Islam, kita dilarang meniup makanan atau minuman.

Sebagaimana dalam Hadits Ibnu Abbas menuturkan "Bahwasanya Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam melarang bernafas pada bejana minuman atau meniupnya". (HR. At Turmudzii).

Awalnya saya tidak mengetahui hikmahnya, bagi saya pribadi, ketika datang hadits pada saya mengenai suatu hal, maka semampunya coba saya lakukan, walaupun saya belum tahu hikmahnya, dan sebenarnya memang tidak harus tahu.

Begitu juga ketika saya pertama kali mendengar hadits ini, saya hanya berusaha mengamalkan saja, bahwa kita dilarang meniup makanan atau minuman,itu juga yang saya lakukan kepada anak saya.

Dan alhamdulillah ketika tadi coba browse ke internet, ternyata dari salah satu milis kimia di Indonesia, ada yang menjelaskan secara teori bahwa: apabila kita hembus napas pada minuman, kita akan mengeluarkan CO2 yaitu carbon dioxide, yang apabila bercampur dengan air H20, akan menjadi H2CO3, yaitu sama dengan cuka, menyebabkan minuman itu menjadi acidic. dan saya ingat juga bahwa Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam menyuruh kita ketika minum seteguk demi seteguk, jangan langsung satu gelas sambil bernapas di dalam gelas, hal ini juga dilarang, ternyata saya baru tahu sekarang hikmahnya, bahwa ketika kita minum langsung banyak, maka ada kemungkinan kita akan bernapas di dalam gelas, yang akan menyebabkan reaksi kimia seperti di atas.

alasan kedua adalah pada saat manusia mengeluarkan udara hasil pernafasan serta mengeluarkan udara saat meniup, maka tidak hanya mengeluarkan gas hasil pernafasan saja. Mulut juga akan mengeluarkan uap air dan berbagai partikel yang ada dari dalam rongga mulut. Paling mudah dideteksi adalah nafas atau bau mulut juga sering tercium. Bau mulut ini mengindikasikan ada partikel yang juga dikeluarkan dari mulut. Partikel ini dapat berasal dari sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi, selain itu dapat juga berupa mikroorganisme yang hidup di rongga mulut. Mikroorganisme ini kadang bersifat merugikan dan bersifat sebagai pathogen. Hal inilah yang harus dihindari supaya jangan terbawa sehingga karena berupa partikel padatan akan dapat menempel dan mengkontaminasi pada makanan yang ditiup.

Ulasan yang saya sampaikan, mungkin bukan hikmah keseluruhan, karena Ilmu Allah tentu lebih luas dari ilmu manusia, bisa jadi itu adalah salah satu hikmah dari puluhan hikmah lainnya yang belum terungkap oleh manusia.

Kewajiban kita hanyalah mendengar dan menta'ati-Nya Perkara hikmah apa yang ada dalam larangan itu, urusan belakangan. Yang penting kita sudah mencoba mentaati-Nya.

Wallahua’lam bish Shawwab ....
Barakallahufikum ....

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

~ o ~

Salam santun dan keep istiqomah ...

...RENUNGAN PAGI...

Di suatu pagi seorang ayah membacakan cerita untuk anak perempuannya. Setelah membacakan cerita, si ayah bertanya kepada anaknya :

Nak, apa kamu sayang Ayah...???"

Si anak menjawab, "Tentu saja aku sayang Ayah"

Ayahnya tersenyum lalu bertanya, "Kalau begitu, boleh Ayah minta kalungmu...???"

Lalu si anak menjawab, "Ayah, aku sayang Ayah, tapi aku juga sayang sama kalung ini"

Lalu Ayahnya berkata, "Ya sudah tidak apa2, Ayah hanya bertanya saja"

Si ayah lalu pergi.

Di hari berikutnya selama 3 hari berturut2, ayahnya menanyakan hal yang sama & si anak pun menjawab dengan kata-kata yang sama.

Si anak berpikir sambil memegang kalung imitasi kesayangannya itu, "Kenapa tiba-tiba Ayah mau kalung ini...??? Ini kalung yang paling aku sayangi, kalung ini pun pemberian Ayah juga..."

Lalu hari berikutnya, sang Ayah menanyakan hal yang sama, lalu si anak berkata,

"Ayah, Ayah tahu aku sayang sama Ayah & juga kalung ini. Tapi kalau Ayah mau kalung ini, ya sudah aku berikan ke Ayah"

Si anak memberikan kalungnya & Ayahnya mengambilnya dengan tangan kiri, lalu Ayahnya memasukkan tangan kanannya ke saku kanan & mengambil kalung berbentuk sama namun emasnya asli.

Ayahnya mengenakannya pada leher anaknya, "Anakku, sebetulnya kalung ini sudah ada di saku Ayah sejak pertama kali Ayah meminta kalungmu, tapi Ayah menunggu kamu memberikan sendiri kalungmu itu & Ayah gantikan dengan yang lebih baik & indah..."

Si anak menangis terharu.

Seringkali kita merasa Tuhan tidak adil. Tuhan yang memberikan tapi kenapa Tuhan juga yang mengambilnya, kadang kita selalu sakit hati, sedih dan kecewa, tapi tidakkah kita tahu, di saat Tuhan mengambil sesuatu yang berharga dari kita, ternyata Tuhan punya rencana lain. Tuhan mau menggantikannya dengan yang LEBIH BAIK lagi dari apa yg sudah kita miliki sekarang.

Sahabatku
Terimalah apapun yg kita alami (bersabar),
Berilah apa yang harus kita berikan (beramal),
Kembalikanlah apa yang diminta oleh Tuhan (ikhlas), dan
Tetaplah bersyukur, maka rejekimu akan dilipat gandakan.

“Semoga Bermanfaat”
 
Sumber : Page FB Mutiara Air mata Muslimah

"KISAH : RELA JUAL GINJAL DEMI IBU NAIK HAJI

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ...Arman.. Adalah seorang pemuda yg berusia 18tn..

Bapak nya Meninggal Ketika Dia masih SD.

Pada Suatu Malam Arman Terbangun dari Tidurnya karena mendengar tangisan Ibunya.

Ibu Yg lagi Menangis di atas sajadah Sambil memohon-mohon merengek-rengek kepada allah.
Ia berdo'a :


(" ya allah ya tuhan ku.. sebelum hamba meninggal ya allah, izinkan lah hamba menunaikan ibadah haji ya allah, izinkanlah hamba berkunjung ke rumah mu ya allah, izinkanlah hamba mencium dan memeluk hajar aswad mu ya allah,,)

Kalimat itu Di Ulang2 sama ibu Arman sambil Menangis di tengah2 Malam,,

Arman Seakan Sesak dada nya Melihat ibu yg di sayangi nya kepingin Banget untuk menunaikan ibadah haji,

,Alhir nya Arman berfikir Bagaimana supaya Ibu nya bisa Berangkat Haji,.

Ketika Itu Arman mendengar berita bahwa ada Rumah sakit yg membutuhkan Ginjal untuk pasien.Dan Pasien itu Mau Membayar Berapa pun bila ada yg Mau Mendonorkan Ginjal nya.

Akhir nya Arman pun nekat untuk mendonorkan Ginjal nya demi ibu nya.

Hari sabtu pagi Arman pamit sama Ibu nya mau ke Rumah teman nya..
Padahal Arman pergi ke rumah sakit untuk operasi.

Setelah 2 hari di RS arman pulang dengan Membawa Uang 60 juta.

Sampai di rumah arman Bilang sama Ibu nya

Arman : Ibu.. Insya allah Ibu akan bisa Menunaikan Ibadah Haji Bu..

Ibu : Dari mana Ibu dapat uang untuk pergi ke makkah Nak??

Arman : Jangan kawatir Ibu , Arman sudah ada uang nya( sambil membuka koper yg isi nya 60 juta)

Ibu : Ya allah Ya Robb.. Anak ku Arman dari mana kamu dapat kan uang sebanyak itu??

Arman: yang pasti ini uang Halal bu rizky dari allah..

Si ibu Dengan senangnya memeluk Arman anak nya.. Kemudian Hari Rabu Pemberangkatan Haji pun di mulai..

Ibu Arman dan segenap rombongan Haji Naik bus Untuk pergi Ke makkah..

20 Hari setelah Kepergian Ibu nya.. Arman Mengalami sakit Yg tidak tertahankan..
Ahir nya arman pergi kerumah sakit dan memeriksa penyakit nya..

Kata doctor” Arman harus Mendapatkan Ginjal kembali demi Nyawa nya..
Tapi apa mau di kata!! Harga Ginjal terlalu mahal..

Arman Hanya bisa pasrah Dan berdoa kepada allah..

2 bulan telah berlalu Arman menahan Sakit demi ibu nya..
Walau semakin Kesakitan.. Ia berusaha tetap bertahan..

Kepulangan ibu Arman tinggal 4 hari lagi..
Tapi Arman sudah benar2 kehabisan Tenaga untuk Bertahan..

Tepat Pada malam jum'at pulul 18.00 petang Arman shalat Magrib di Kamar Ibu nya di atas sajadah di mana Ibu nya Selalu Memohon pada allah..

Karena Malam itu juga bertepatan para Jama'ah Haji pulang..

Pukul 19.00 Ketika Ibu nya pulang kerumah.. Ibu memanggil- manggil Arman anakku..

Tapi Arman tak juga Menyahut..

Di atas meja ruang tamu ada selembar kertas putih yg tertulis:

(" buat ibu.. Ibu maafkan lah segala kesalahan Arman selama ini.. Biar Arman tidak punya beban dosa di dunia dan ahirat.. bila nanti ibu pulang Arman sudah tidak ada. Maka ikhlaskan.. Jangan tangisi kepergian arman. Karena Arman pergi berkunjung ke rumah allah." Arman sayang ibu")

Ibu Arman berteriak teriak Mencari Anak nya.. Di kamar.. di dapur.. di kamar mandi.. semua tidak ada ..Lalu si ibu buka kamar tidur nya..

Betapa Terkejut nya seorang Ibu Melihat Arman anak nya Meninggal di atas sajadah dalam keadaan lagi shalat.. (Subhanallah Arman Meninggal dalam Keadaan Husnul Qotimah).

Jeritan.. Tangisan.. Si Ibu seakan tak merelakan Kepergian Anak nya..

Pagi nya pun Jenazah Arman di kebumikan Dengan di iringi Air mata Oleh Orang Tua Saudara Serta Tetangga.

(♥ Semoga Bermanfaat & Silahkan Di Share ♥)

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa atuubu Ilaik...

Kisah Menyentuh : ... AKU INGIN BERJILBAB SEPERTI KAKAK ...

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Alhamdulillah wash Shalatu was Salamu ala Rasulillah. Ini kisah nyata yang saya alami 3 tahun lalu. Semoga kita bisa mengambil ibroh dan hikmahnya.

Ada segores pedih saat ku ukir namamu dik…, Perih. Seakan ribuan belati menusuk ke hati, meninggalkan gumpalan sedih di lubang rasaku.. Penyesalan yang tak be
rujung, yang membuatku merutuki diri ini yang begitu ego diri. Allah…, Ampuni aku.. Adik, maafkan kakak….

Aku mengenalmu pertama kali ketika kami masih berpakaian putih abu-abu, dan berlanjurt di tingkat kuliah. Aku masih teringat sinar matamu saat aku memasuki kelasmu, dan kamu mengajak kami dan teman-temanmu memanfaatkan waktu kalian di sela waktu luang dalam sebuah majlis ilmu. Kajian jum’at, yang rutin ku jalankan bersama teman-teman akhwatku di rohis.

AKIBAT YG MENGERIKAN DARI MENINGGALKAN SHALAT ... (Naudzubillah!)

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim... Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.(QS:Ibrahim:40)

Barang siapa melalaikan sholat, Allah SWT akan menyiksanya dengan 15 siksaan. Enam siksaan di dunia, tiga siksaan ketika meninggal, tiga siksaan di

alam kubur, tiga siksaan saat bertemu dengan Allah SWT.

Ketika Malaikat Jibril turun dan berjumpa dengan Rasulullah SAW, ia berkata, “Wahai Muhammad, Allah tidak akan menerima puasa, zakat, haji, sedekah, dan amal saleh seseorang yang meninggalkan sholat. Ia dilaknat di dalam Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Quran.

Demi Allah, yang telah mengutusmu sebagai nabi pembawa kebenaran, sesungguhnya orang yang meninggalkan sholat, setiap hari mendapat 1.000 laknat dan murka. Para malaikat melaknatnya dari langit pertama hingga ketujuh.

Orang yang meninggalkan sholat tidak memperoleh minuman dari telaga surga, tidak mendapat syafaatmu, dan tidak termasuk dalam umatmu. Ia tidak berhak dijenguk ketika sakit, diantarkan jenazahnya, diberi salam, diajak makan dan minum. Ia juga tidak berhak memperoleh rahmat Allah.

Tempatnya kelak di dasar neraka bersama orang-orang munafik, siksanya akan dilipatgandakan, dan di hari kiamat ketika dipanggil untuk diadili akan datang dengan tangan terikat di lehernya. Para malaikat memukulinya, pintu neraka jahanam akandibukakan baginya, dan ia melesat bagai anak panah ke dalamnya, terjun dengan kepala terlebih dulu, menukik ke tempat Qorun dan Haman di dasar neraka.

Ketika ia menyuapkan makanan ke dalam mulutnya, makanan itu berkata, ‘Wahai musuh Allah, semoga Allah melaknatmu, kamu memakan rezeki Allah namun tidak menunaikan kewajiban-kewajiban dari-Nya.’

Ketahuilah, sesungguhnya bencana yang paling dahsyat, perbuatan yang paling buruk, dan aib yang paling nista adalah kurangnya perhatian terhadap sholat lima waktu, sholat Jumat, dan sholat berjama'ah. Padahal, semua itu ibadah-ibadah yang oleh Allah SWT ditinggikan derajatnya, dan dihapuskan dosa-dosa maksiat bagi siapa saja yang menjalankannya.

Orang yang meninggalkan sholat karena urusan dunia akan celaka nasibnya, berat siksanya, merugi perdagangannya, besar musibahnya, dan panjang penyesalannya. Ia dibenci Allah, dan akan mati dalam keadaan tidak Islam, tinggal di neraka Jahim atau kembali ke neraka Hawiyah.”

Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa meninggalkan sholat hingga terlewat waktunya, lalu mengadanya, ia akan disiksa di neraka selama satu huqub (80 tahun).... Sedangkan ukuran satu hari di akhirat adalah 1.000 tahun di dunia.” Demikian tertulis dalam kitab Majalisul Akbar.

Sementara dalam kitab Qurratul Uyun, Abu Laits Samarqandi menulis sebuah hadis, “Barang siapa meninggalkan sholat fardu dengan sengaja walaupun satu sholat, namanya akan tertulis di pintu neraka yang ia masuki.” Ibnu Abbas berkata, ”Suatu ketika Rasulullah SAW bersabda, ‘Katakanlah, ya Allah, janganlah salah seorang dari kami menjadi orang-orang yang sengsara.’

Kemudian Rasulullah SAW bertanya, ‘Tahukah kamu siapakah mereka itu?’ Para sahabat menjawab, ‘Mereka adalah orang yang meninggalkan sholat. Dalam Islam mereka tidak akan mendapat bagian apa pun’.

Disebutkan dalam hadis lain, barang siapa meninggalkan sholat tanpa alasan yang dibenarkan syariat, pada hari kiamat Allah SWT tidak akan memedulikannya, bahkan Allah SWT akan menyiksanya dengan azab yang pedih.

Diriwayatkan, pada suatu hari Rasulullah SAW berkata, ”Katakanlah, ya Allah, janganlah Engkau jadikan seorang pun di antara kami celaka dan diharamkan dari kebaikan.”“Tahukah kalian siapakah orang yang celaka, dan diharamkan dari kebaikan?”“Siapa, ya, Rasulullah?” “Orang yang meninggalkan sholat,” jawab Rasulullah.

Dalam hadis yang berhubungan dengan peristiwa Isra Mi'raj, Rasulullah SAW mendapati suatu kaum yang membenturkan batu ke kepala mereka. Setiap kali kepala mereka pecah, Allah memulihkannya seperti sedia kala. Demikianlah mereka melakukannya berulang kali. Lalu, beliau bertanya kepada Jibril, “Wahai Jibril, siapakah mereka itu?”

“Mereka adalah orang-orang yang kepalanya merasa berat untuk mengerjakan sholat,” jawab Jibril.

Diriwayatkan pula, di neraka Jahanam ada suatu lembah bernama Wail. Andaikan semua gunung di dunia dijatuhkan ke dalamnya akan meleleh karena panasnya yang dahsyat. Wail adalah tempat orang-orang yang meremehkan dan melalaikan sholat, kecuali jika mereka bertobat.

Bagi mereka yang memelihara sholat secara baik dan benar, Allah SWT akan memuliakannya dengan lima hal, dihindarkan dari kesempitan hidup, diselamatkan dari siksa kubur, dikaruniai kemampuan untuk menerima kitab catatan amal dengan tangan kanan, dapat melewati jembatan shirathal mustaqim secepat kilat, dan dimasukkan ke dalam surga tanpa hisab.

Dan barang siapa meremehkan atau melalaikan sholat, Allah SWT akan menyiksanya dengan 15 siksaan. Enam siksaan di dunia, tiga siksaan ketika meninggal, tiga siksaan di alam kubur, dan tiga siksaan saat bertemu dengan Allah SAW.

Adapun enam siksaan yang ditimpakan di dunia adalah dicabut keberkahan umurnya, dihapus tanda kesalehan dari wajahnya (pancaran kasih sayang terhadap sesama), tidak diberi pahala oleh Allah semua amal yang dilakukannya, doanya tidak diangkat ke langit, tidak memperoleh bagian doa kaum salihin, dan tidak beriman ketika roh dicabut dari tubuhnya.

Adapun tiga siksaan yang ditimpakan saat meninggal dunia ialah mati secara hina, mati dalam keadaan lapar, dan mati dalam keadaan haus. Andai kata diberi minum sebanyak lautan, ia tidak akan merasa puas.

Sedangkan tiga siksaan yang didapat dalam kubur ialah, kubur mengimpitnya hingga tulang-belulangnya berantakan, kuburnya dibakar hingga sepanjang siang dan malam tubuhnya berkelojotan menahan panas, tubuhnya diserahkan kepada seekor ular bernama Asy-Syujaul Aqra. Kedua mata ular itu berupa api dan kukunya berupa besi, kukunya sepanjang satu hari perjalanan.

”Aku diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyiksamu, karena engkau mengundurkan sholat Subuh hingga terbit matahari, mengundurkan sholat Zuhur hingga Asar, mengundurkan sholat Asar hingga Magrib, mengundurkan sholat Magrib hingga Isya, dan mengundurkan sholat Isya hingga Subuh,” kata ular itu.

Setiap kali ular itu memukul, tubuh mayat tersebut melesak 70 hasta, sekitar 3.000 meter, ke dalam bumi. Ia disiksa dalam kubur hingga hari kiamat.

Di hari kiamat, di wajahnya akan tertulis kalimat berikut: Wahai orang yang mengabaikan hak-hak Allah, wahai orang yang dikhususkan untuk menerima siksa Allah, di dunia kau telah mengabaikan hak-hak Allah, maka hari ini berputus asalah kamu dari rahmat-Nya.

Adapun tiga siksaan yang dilakukan ketika bertemu dengan Allah SWT adalah, pertama, ketika langit terbelah, malaikat menemuinya, membawa rantai sepanjang 70 hasta untuk mengikat lehernya. Kemudian memasukkan rantai itu ke dalam mulut dan mengeluarkannya dari duburnya.

Kadang kala ia mengeluarkannya dari bagian depan atau belakang tubuhnya. Malaikat itu berkata, ”Inilah balasan bagi orang yang mengabaikan kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan Allah.” Ibnu Abas berkata, ”Andai kata satu mata rantai itu jatuh ke dunia, niscaya cukup untuk membakarnya.”

Kedua, Allah tidak memandangnya.

Ketiga, Allah tidak menyucikannya, dan ia memperoleh siksa yang amat pedih. Demikianlah ancaman bagi orang-orang yang sengaja melalaikan sholat.

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada orang yang bersegera menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya .. aamiin ..

Rasulullah SAW bersabda, “Sembahlah Allah seakan engkau melihat-Nya. Apabila engkau tidak dapat melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu.”(HR Bukhari dan Muslim)

*****
Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah ..

Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...

Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

ARTI SEBUAH HARTA

Oleh KH. Abdullah Gymnastiar
Imam Ahmad meriwayatkan"

“Kami pernah sampai kepada Rasulullah yang ketika itu beliau membaca : التَّكَاثُرُ ‘ ‘Bermegah-megahan telah melalaikanmu’.

Anak Adam mengatakan, ‘Hartaku, hartaku’.
Tidaklah kamu mendapatkan dari hartamu itu kecuali;
apa yang kamu makan, lalu habis atau kamu pakai lalu usang,
atau kamu sedekahkan sehingga akan terus mengalir?”
(HR. Muslim, Tirmidzi, dan Nasa’i)

Selebihnya hanya mengaku-ngaku saja punya harta, dilihat tidak, dipegang juga tidak, dinikmati juga tidak... Benar-benar hanya bangga dengan mengaku punya harta

Semoga kita tak terpedaya oleh kesenangan/kemegahan duniawi yang bisa melalaikan.. Aamiin
(Page: FB Strawberry)